Tiga Seniman Kolaborasi Puisi di Pintu Langit

PASURUAN – Tiga seniman menggelar kolaborasi puisi di Kawasan Wisata Halal Ngopibareng di Pintu Langit, Prigen, Pasuruan, Selasa (16/7/2019). Bertajuk Puisi dari Pintu Langit, tiga seniman KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Sutardji C Bachri, dan KH Zawawi Imron membacakan puisi di tengah hawa dingin di bawah 20 derajat kawasan Tretes Pasuruan.

Puisi dari Pintu Langit ini sangat istimewa karena diselingi dengan Ludrukan bareng Cak Tawar, Agus Kuprit dan kawan-kawan.

Ribuan warga dengan antusias menyimak puisi, sajak maupun lawakan dari para seniman yang hadir.Puisi dari Pintu Langit kali ini dimulai dari penampilan Zawawi Imron yang membacakan puisi-puisi cintanya. “Siapa yang mampu tersenyum di awal malam akan tersenyum sepanjang malam,” kata Zawawi membuka rangkaian kata-kata indahnya.

Zawawi lantas membacakan puisi tentang si miskin dan puisi tentang Ibu. “Kalau aku ikut ujian dan ditanya tentang pahlawan. Namamu ibu yang kusebut paling dahulu,” kata Zawawi.

Sedangkan Sutardji selain membaca puisi juga menyanyi dan membacakan sajak. Salah satu puisi yang dia baca adalah “Laila Seribu Purnama” yang terinspirasi dari momentum malam Lailatul Qodar.

Puisi dari Pintu Langit kali ini ditutup oleh puisi Gus Mus. Menurut Gus Mus, acara yang digelar di ngopibareng kali ini sangat istimewa. Apalagi lokasinya berada di kawasan wisata halal. “Selamat Gus Ipul yang menciptakan wisata halal. Ini sangat istimewa,” kata Gus Mus.

Gus Mus sendiri lantas membacakan beberapa puisi yang selama ini kerap dia bawakan.

Sementara itu, penggagas acara Puisi dari Pintu Langit, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap kehadiran tiga seniman besar kali ini bisa menginspirasi kepada semuanya.

Lokasi wisata halal didesain agar mampu memberikan wahana yang bisa digunakan oleh semua berbagai kalangan. “Karena halal itu artinya bisa digunakan oleh siapapun dengan desain dan proses yang halal,” kata Gus Ipul.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here