Lebih dari Setengah Juta Rumah di Jatim Belum Teraliri Listrik

SURABAYA – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur menyebut 5,4 persen atau sekitar 568.030 rumah di Jatim belum teraliri listrik. Dari jumlah tersebut 56000 rumah tangga miskin.

Kepala Dinas ESDM Setiajit mengatakan dari tahun ke tahun Pemprov Jatim terus berupaya membantu warga untuk mendapatkan sambungan listrik. Bahkan menurutnya Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah memberikan amanat agar Dinas ESDM dan stake holder membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan listrik agar bisa digunakan sebagai usaha mikro.

“Pada wilayah Madura akan dipasang instalasi listrik dan sambungan listrik sebanyak 107.537 rumah tangga. Akan diprioritaskan untuk warga miskin. Sedangkan untuk yang kepulauan Gubernur akan memasang 1067 listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE),” ujar Setiajit kepada Radar Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim ini mengatakan tahun 2018 rasio elektrifikasi sebanyak 94,64 persen. Menurutnya target untuk 2019 meningkat menjadi 96,5 persen. “Setidaknya 2 – 3 persen yang harus diselesaikan,” tegas pejabat yang pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Tuban ini.

Setiajit mengatakan, daerah-daerah yang banyak belum teraliri listrik adalah Kabupaten Sumenep karena banyak kepulauan, Sampang, Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Menurutnya di daerah lain ini juga ada yang belum teraliri listrik. Hanya saja yang paling besar di rumah daerah itu. “Biasanya selain warga kepulauan juga masyarakat yang terpencil di dalam hutan,” terangnya.

Sementara Direktur Operasi PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sugiyanto mengatakan saat ini pihaknya memasang 100.000 sambungan untuk tahun ini. Khususnya untuk warga miskin di Madura. “Ini tanggung jawab kami sebagai anak perusahaan dari PLN dan bagian dari BUMN. Kami berkomitmen dan berkontribusi dengan membangun pembangkit listrik baru di Gresik sebesar 800 Megawatt. Targetnya 3-4 tahun lagi selesai,” jelasnya.

Sugiyanto mengatakan sebenarnya Jatim adalah produsen listrik yang mampu menyumbang ke Jawa Barat dan Bali. Menurutnya Jatim memiliki banyak Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTA) (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here