KH Marzuki Mustamar : Kita Wajib Cegah Pihak yang Berusaha Bubarkan NKRI

SURABAYA – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar kembali menegaskan bahwa NU dengan organisasi yang lain sangat berbeda. Hal ini disampaikan dalam deklarasi Islam Rahmatan Lil Alamin (Rahmah) yang menolak berkembangnya paham HTI di Indonesia, Jumat malam (28/12/2018).

“NU dengan organisasi yang lain itu beda. Termasuk dalam hal memberi wawasan wawasan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

NU, menurut KH Marzuki, berkeyakinan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah Negara yang sah. Sementara, lanjutnya, banyak juga organisasi Islam yang mengatakan negara Republik Indonesia ini tidak sah.

“Mereka berusaha membubarkan negara RI diganti dengan bentuk negara baru versi mereka. Nu berkeyakinan pancasila benar. Banyak organisasi di luar NU pancasila itu bertentangan dengan islam,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa NU juga berkeyakinan bela nrgara hukumnya wajib. Sementara banyak organisasi diluar NU yang wajib hanya bela islam. KH Marzuki mengungkapkan akhir-akhir ini banyak gerakan yang memobilisir masa besar-besaran yang punya target ingin menang dalam Pilpres.

“Ada gelagat yang sangat kentara kalau mereka bisa menang dalam Pilpres ini maka diperkirakan tahun 2030 negara ini sudah bubar. Diganti dengan negara versi mereka,” terangnya.

Tentunya, kata KH Marzuki, gerakan tersebut membahayakan keutuhan bangsa, membawa Indonesia perang saudara. “Kita wajib mencegahnya. Karena kita diajarkan untuk cinta tanah air dan itu bagian dari iman,” tambahnya.

Oleh karena itu, KH Marzuki mengimbau memilih Cawapres jebolan dari Pondok Pesantren, memahami hakekat yang benar dari membela ulama, membela Islam dan membela NKRI. Serta pilih Capres yang sudah terbukti pemahaman akidah syariatnya dalam menjadi Imam dalam memimpin salat berjamaah.

“Silahkan dilihat bagaimana Pak Jokowi dalam memimpin salat shubuh berjamaah. Bacaan salatnya, bacaan suratnya,” imbuhnya.

“Siapa yang lebih pantas dalam memimpin nNegara melalui pemahaman yang benar tentang membela Islam, membela Negara, NKRI harga mati,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here