KEK, Kolaborasi Tiga Wilayah se Malang Raya

MALANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikembangkan di Singosari Kabupaten Malang bakal dikemas secara khusus berbeda dengan daerah lain khsusunya Batu dan Malang Raya. Bentuk pengembangannya merupakan komplementer yang ada di Batu dan Malang, bukan sebuah persaingan.

“KEK Singosari akan mengintegrasikan potensi destinasi wisata di Malang Raya, baik di Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu,” kata Pengelola KEK Singhasari Malang Kriswidyat Praswanto, Sabtu (7/12/2018).

“Disini ada peninggalan kerajaan Singosari. Kerajaan ini sudah dikenal masyarakat dan menjadi daya tarik untuk dipelajari dan dikunjungi. Karena itu perlu dikemas secara khusus supaya lebih menarik untuk dipelajari, yaitu dengan digital,” paparnya.

Kriswidyat Praswanto, yang juga GM PT Intelegensia Grahatama ini menguraikan, KEK Singosari akan mengintegrasikan sistem Culture and Heritage, karena menjadi pusat kerajaan Singhasari (Singosari) pada abad ke-13.

“Generasi muda saat ini yang erat dengan digital teknologi, sehingga kita kembangkan disini supaya lebih menarik minat generasi muda,” katanya. Berbagai atraksi atau pertunjukan nantinya diintegrasikan dengan digital milenial.

Kawasan ini diproyeksikan mulai dibangun tahun depan seiring dengan turunnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang kawasan tersebut. Tahap awal akan dikerjakan pembangunan beberapa hotel, komersial area, dan creative zone. Pengerjaannya diperkirakan menelan investasi Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun yang sumber pendanaan sebagian dari dana perusahaan dan sebagian lagi dari perbankan.

Pengerjaan fasilitas tersebut, diperkirakan membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun. Pengerjaan itu dikebut karena pemerintah menginginkan agar dalam tempo 3 tahun realisasi pengerjaan fasilitas sudah terlihat dan dapat diresmikan.

Beberapa hotel yang dibangun nantinya menyediakan 800 hingga 1.000 kamar. Tidak seperti hotel-hotel pada umumnya, hotel tersebut didisain untuk pengembangan teknologi digital serta mendukung revolusi 4.0.

“Izin Lokasi KEK diberikan pada PT Intelegensia Grahatama. Kami menyiapkan lahan seluas 283,1 ha yang berada di tiga desa, yakni, Desa Purwoasri, Desa Langlang dan Desa Klampok,” ujarnya.

Jika KEK Singosari berjalan, dengan tingkat investasi yang tinggi ini, diharapkan mendongkrak pada pendapatan pajaknya. Dalam jangka 20 tahun, diprediksikan manfaat pajak yang diberikan lebih tinggi Rp 4,24 triliun dibandingkan jika tidak ada KEK. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here